Mengenal Beragam Resiko Dalam Berinvestasi

Mengenal Beragam Resiko Dalam Berinvestasi

Segalanya dalam hidup ini memiliki resiko. Apapun kegiatan, pekerjaan dan aktivitas yang kita lakukan mempunyai resiko. Begitu juga dalam melakukan investasi. Resiko adalah salah satu dasar dalam berinvestasi, tapi banyak dan sering kali terjadi para investor lupa akan hal ini. Investor sering hanya terfokus kepada profit yang akan diperoleh saja. Sebelum kita mulai berinvestasi, kita harus tahu hukum dasar dari resiko dan investasi.

Tidak ada investasi yang PASTI berhasil atau menguntungkan. Mungkin yang ada adalah investasi dengan tingkat resiko rendah. Seperti contohnya Deposito di bank, Surat Hutang negara, mungkin juga Obligasi negara dan masih ada lainnya. Semuanya ini terbilang sangat aman, tapi tetap memiliki resikonya. Baru-baru ini kita mendengar tentang nasabah salah satu Bank besar di Indonesia yang mengalami kehilangan uang depositonya di Bank tersebut. Ada juga berita tentang nasabah yang tidak bisa mencairkan sejumlah uang Deposito yang sudah disimpan bertahun-tahun di Bank itu. Dengan tingkat keuntungan yang sangat rendah yaitu mungkin 3 sampai 5 persen 1 tahun, memiliki resiko kehilangan juga sampai 100 persen atau semuanya. 

Sering juga kita mendengar tentang betapa enak dan menguntungkannya berinvestasi di bidang properti. Tapi kita sering tidak melihat resiko yang ada di balik investasi properti. Salah satu kekurangan untuk mulai berinvestasi di properti adalah modal yang sangat besar. Tidak ada properti dengan harga 10 atau 20 juta bukan? Properti juga butuh biaya-biaya, misal rumah, harus membayar pajak setiap tahun, membayar asuransi, biaya perawatan dan biaya lain-lain. Dalam pikiran banyak orang, harga properti naik terus. Tapi kita lupa menghitung kenaikannya diiringi dengan inflasi dan kalau kita melihat secara adil, masih banyak harga properti yang bernilai sama hari ini dan 5 tahun yang lalu. Kelemahan lain dari investasi properti adalah tidak likuid atau tidak mudah diubah menjadi uang. Selain nilai yang tidak kecil, juga tidak ada harga pasti, sehingga kesulitan untuk melakukan penjualan. Ada cerita orang yang menunggu sampai bertahun-tahun untuk menjual properti miliknya.

Contoh cerita di atas membuktikan tidak ada investasi tanpa resiko. Semuanya berbanding lurus dengan resiko. Untung besar pastilah resiko juga besar. Dengan resiko kecil, untung yang diperoleh juga kecil. Untuk penghargaan atau hadiah yang bernilai tinggi tentu membutuhkan perjuangan atau resiko yang besar juga. Setiap kali pendaki gunung melakukan pendakian juga mengukur resiko yang akan dihadapinya. Semakin tinggi gunung yang akan didaki, semakin besar juga resiko dan hadiah yang akan didapati mereka. Pendaki yang berhasil menaklukkan Gunung Everest akan selalu dikenang sepanjang masa, Tapi pendaki-pendaki gunung kecil atau rendah tidak akan mendapat ketenaran atau kemashyuran seperti pendakit gunung-gunung besar dan tinggi. Apakah pendaki gunung-gunung kecil atau tidak terlalu tinggi tidak ada resiko? Kita pernah dengar atau membaca berita juga pendaki yang kehilangan nyawannya padahal hanya melakukan pendakian biasa saja. 

Kembali dalam berinvestasi, untuk profit yang besar, kita harus berani mengambil resiko yang cukup besar juga. Selain resiko juga kita perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi. Satu nasehat yang penulis suka adalah: "Kapan waktu yang terbaik untuk memulai investasi? Kemarin. Waktu terbaik kedua? Sekarang". Orang sering kali menunggu-nunggu, mencari-cari waktu yang tepat. Sering terlalu lama menunggu, mencari dan akhirnya kehilangan kesempatan. Saat ini dengan kemajuan teknologi banyak hal-hal yang sudah dipermudah dengan sistem otomatis. Begitu juga dalam berinvestasi. Fahrenheit Auto Trading menggunakan program robot trading yang melakukan perdagangan mata uang kripto secara otomatis. Tidak perlu mengerti membaca grafik, investor hanya perlu setor modal, duduk manis menunggu profit hasil trading. Apakah pasti untung dan tidak ada resiko? Dengan tingkat keuntungan yang cukup besar, penulis rasa sesuai dengan resiko yang ada.